Minggu, 08 Januari 2012

postheadericon Berkenalan dengan Ganja

A
pa yang terlintas dalam pikiran kamu ketika mendengar kata “ganja”? menarik  kalau kita menyimak dan membandingkan berbagai pandangan berdasarkan asal-usulnya, baik dari pengalaman langsung maupun pengetahuan yang didapat dari media atau masyarakat umum. Sebagaian besar masyarakat Indonesia saat ini berpendapat kalau ganja adalah tanaman berbahaya yang bisa menjerumuskan manusia dalam hidup yang penuh dosa, penyakit, dan kecanduan. Ganja juga dikenal secara negatif oleh masyarakat banyak sebagai tanaman yang mendekatkan kematian, tanaman yang dicari dan diburu oleh pemakainya hanya demi kesenangan sesaat.
Sebaliknya, beberapa  orang berpendapat bahwa ganja bisa menghadirkan rasa santai, senang, dan bahagia, mengalirkan inspirasi, mengusir penat, bosan, bahkan depresi dan setres. Beberapa yang lain bahkan menganggap ganja sebagai obat ampuh untuk mengusir berbagai jenis rasa sakit dan menghambat laju dari penyakit-penyakit mematikan.
Lalu pendapat siapakah yang benar? Adakah fakta-fakta yang lebih meyakinkan daripada sekedar pendapat-pendapat? Mengapa begitu sedikit  informasi tersedia mengenai tanaman yang digambarkan oleh banyak media sebagai tanaman yang “jahat” ini? Apa yang menyebabkan tanaman ganja begitu “ditakuti” oleh pemerintah, dicari-cari aparat penegak hukum, dicap dengan negatif oleh beberapa lembaga penelitian, dan bahkan pernah dikutuk oleh istitusi agama?
Dari sudut pandang kebanyakan penikmat tanaman ini, mungkin pilihan kata yang tepat untuk menggambarkan fakta-fakta di atas adalah “konspirasi”. Ada sebuah legenda yang banyak tersebar di masyarakat dunia tentang “pohon kehidupan” atau dikenal juga dengan “pohon pengetahuan”. Legenda ini bercerita mengenai sebuah daya kehidupan yang lebih tua daripada peradaban manusia. Pohon sakral tersebut adalah tanaman yang dalam berbagai cerita rakyat dan mitologi disebut-sebut sebagai tanaman yang terlibat erat dan menjadi basis material dalam evolusi, jalannya peradaban, dan pencapaian teknologi manusia.
Belasan milenium telah berlalu dengan kenyataan sejarah bahwa tanaman ganja telah memberi banyak warna pada peradaban dan kebudayaan manusia. Tanaman ini secara tidak sadar bisa disebut telah  mengambil tempat dalam sejarah sebagai salah satu pohon kehidupan dan pohon pengetahuan yang identitasnya misterius.
Belasan ribu tahun adalah waktu yang sangat panjang bila dibandingkan dengan beberapa dekade sejak ganja telah terusir  secara hukum dari ruang publik dan dihapus dari kesadaran masyarakat oleh kampanye media. Seperti membandingkan hari yang panjang dengan satu kedipan mata, namun dalam kedipan mata inilah kita hidup dan berusaha memaknai zaman yang penuh dengan tanda tanya.
Hilangnya ingatan kita akan sejarah panjang peradaban manusia ini juga merekam pola bagaimana sebaliknya manusia berinteraksi dengan alam. Kembalinya tanaman ganja dalam kesadaran manusia pada dekade ini adalah salah satu dari kekuatan alaminya dalam memukau alam pikiran. Bukan hanya perluasan kesadaran yang ditawarkan oleh tanaman ganja, tetapi juga kekuatannya untuk menjadi sumber sandang, pangan, papan, obat-obatan, dan energi murah dan massal. Ini semua menjadi daya tarik fisik dan psikologis bagi spesies manusia, seperti halnya warna dan wangi bunga serta manisnya nekatar mengundang seekor lebah. Sebuah daya tarik-menarik yang alami antar makhluk hidup untuk melanjutkan evolusi bersama dalam sebuah harmoni.
Evolusi  bersama antara tanaman ganja dan manusia pada zaman ini adalah sebuah tarian yang padu dan indah. Mengangkatnya kembali sebagai tanaman yang banyak bermanfaat bagi manusia adalah mengembalikan laju perkembangan peradaban  menjadi selangkah lebih selaras dengan alam. Dalam pengertian yang lebih khusus, mengangkat ganja sebagai komoditas multi-industri mungkin adalah sedikit usaha dalam mengembalikan laju peradaban industri kepada keseimbangan siklus karbon serta mengembalikan arah perkembangan ilmu pengobatan serta kesehatan berbagai spesies makhluk hidup dari ancaman zat-zat kimia berbahaya.
Berbeda dari pendapat-pendapat negatif yang beredar di masyarakat, rangkaian gerak serta senandung  antara manusia dengan tanaman yang satu ini ternyata justru memulai sebuah babak baru. Sebuah babak yang tak dapat dikonsep dan diedit oleh  sutradara dan produser manapun. Sebuah babak yang terjadi di luar namun sekaligus juga meliputi kesadaran sehari-hari manusia. Sebuah babak yang mengalir spontan dan alami, karena gaya tarik dan dorong yang berasal dari intisari kehidupan, yaitu bertahan hidup, tumbuh, berkembang, lalu mati dan berubah bentuk.

SUMBER :  buku "hikayat pohon ganja"

0 komentar:


cbox

ClOcK aNd CaLeNdAr

AbOuT mE.....!!!

Foto saya
Saya suka banget naek vespa. Because I'll make a change. Pokoe, there's nothing better than ridding Vespa.