Kamis, 02 Februari 2012
Vespa Rosok, Kreatif atau Kurang Kerjaan
8:59:00 PM | Diposting oleh
Ade si Gembelt |
Edit Entri
Vespa, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ya, vespa sering kali terlihat di jalan kota maupun desa. Sekilas, kita menganggap vespa sebagai kendaraan antik yang identik dengan orang tua.
Faktanya, skuter pertama di dunia ini mulai banyak digemari kalangan pemuda, dari yang masih sekolah, kuliah, sampai sudah bekerja. Bahkan, jika jambore vespa ada ratusan, bahkan ribuan pecinta vespa yang menghadirinya.
Hal ini membuat mereka yang mencintai vespa mendirikan komunitas-komunitas pecinta skuter yang berasal dari Italia ini. Tujuannya hanya untuk sekedar berkumpul pada malam minggu dan berbagi pengalaman.
Ada satu keunikan yang lahir dari komunitas vespa yang berbeda dengan komunitas pecinta sepeda motor lainnya. Mereka merubah tampilan vespa mereka yang awalnya antik menjadi rongsokan berjalan. Begitulah pendapat banyak orang.
Mereka memanjangkan vespa mereka dari 2 meter sampai 8 meter, menyeperkan vespa mereka sampai 1 cm di atas tanah, menambahkan dudukan samping atau biasa mereka sebut dengan sespan, mengganti stang setir vespa mereka dengan stang monyet karena setirnya menjulang ke atas sehingga mereka terlihat bergelantungan seperti monyet, mengganti suara knalpot mereka, serta menambahkan atribut-atribut lainya mulai dari ban bekas, spanduk, tengkorak binatang, sampai dengan boneka Teddy bear.
![]() |
Ipank sedang beristirahat di salah satu markas klub vespa di Cilacap |
Mereka tidak malu akan itu semua, bahkan menurut Irfan, salah satu anggota komunitas vespa yang bernama BSC, Kediri, itu semua merupakan kebanggaan tersendiri baginya, karena dia dapat mengekspresikan kreatifitasnya. Ia juga mengaku dapat banyak pengalaman baru dari hobinya tersebut.
Bahkan lelaki 19 tahun yang biasanya dipanggil Ipank itu pernah ikut jambore vespa di Pangandaran, Jawa Barat hanya berbekal gitar ukulele dan uang Rp 300.000,00 yang dibagi dengan kedua temannya. Dalam perjalannya ia mampir di rumah skuteris
(sebutan anak vespa) di Solo, Jogja, dan Cilacap. Ia bahkan diberi uang saku oleh mereka. Kebanyakan mereka memulai perjalanan pada malam hari, karena jalannya lebih sepi dan nyaman.
Itulah mereka, salah satu keunikan di salah satu komunitas di Indonesia. Mereka touring dengan vespa mereka yang berjarak berpuluh-puluh kilometer, bahkan beratus-ratus kilometer hanya untuk berkumpul dan mengunjungi saudara mereka. Karena Satu Vespa, Sejuta Saudara.
Label:
Vespa
|
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
ClOcK aNd CaLeNdAr
AbOuT mE.....!!!
- Ade si Gembelt
- Saya suka banget naek vespa. Because I'll make a change. Pokoe, there's nothing better than ridding Vespa.


